Murung Karangan - Stunting masih menjadi tantangan besar bagi masa depan generasi bangsa. Menariknya, strategi pencegahan kini tidak lagi dimulai saat bayi lahir atau ketika ibu sedang hamil, melainkan jauh sebelum itu, yaitu di Kantor Urusan Agama (KUA) saat sepasang kekasih mendaftarkan pernikahan mereka. KUA kini bukan sekadar tempat mengurus administrasi pernikahan, melainkan gerbang utama dalam mengedukasi calon pengantin (catin) mengenai pentingnya kesiapan kesehatan dan kecukupan gizi sebelum memasuki bahtera rumah tangga.
Mengapa pemenuhan gizi calon pengantin begitu krusial? Alasannya karena status kesehatan ibu di masa depan sangat ditentukan oleh kondisi tubuhnya saat masih menjadi calon pengantin. Banyak calon pengantin wanita yang ternyata mengalami anemia atau Kurang Energi Kronis (KEK) tanpa disadari. Jika kondisi ini dibiarkan hingga terjadi kehamilan, plasenta tidak akan mampu menyalurkan nutrisi secara optimal ke janin. Akibatnya, janin berisiko tinggi mengalami hambatan pertumbuhan di dalam kandungan, yang menjadi cikal bakal terjadinya stunting setelah lahir.
Oleh karena itu, intervensi gizi di KUA melalui program bimbingan perkawinan menjadi momentum yang sangat tepat. Di fase ini, calon pengantin dibekali pemahaman untuk memperbaiki pola makan dengan gizi seimbang, mengonsumsi suplemen seperti tablet tambah darah bagi wanita, serta melakukan pemeriksaan kesehatan dasar (seperti cek hemoglobin dan lingkar lengan atas). Mempersiapkan tubuh yang sehat dan kaya nutrisi sebelum hamil (prakonsepsi) diibaratkan seperti menyiapkan tanah yang subur sebelum menanam benih; tanpanya, buah yang dihasilkan tidak akan tumbuh maksimal.
Pada akhirnya, kesadaran calon pengantin akan pentingnya gizi bukan hanya tentang melahirkan anak yang sehat secara fisik, tetapi juga membangun ketahanan keluarga yang berkualitas. Ketika sepasang suami istri memahami pentingnya nutrisi sejak hari pertama pernikahan, mereka akan lebih siap mengawal periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak mereka kelak. Melalui sinergi edukasi di KUA, kita dapat memutus mata rantai stunting sejak dini dan memastikan generasi penerus tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kuat, dan berdaya saing tinggi.